X

Biji Sesawi

Bacaan: Matius 13:31-35

31 Yesus membentangkan suatu perumpamaan lain lagi kepada mereka, kata-Nya: “Hal Kerajaan Sorga itu seumpama biji sesawi, yang diambil dan ditaburkan orang di ladangnya. 32 Memang biji itu yang paling kecil dari segala jenis benih, tetapi apabila sudah tumbuh, sesawi itu lebih besar dari pada sayuran yang lain, bahkan menjadi pohon, sehingga burung-burung di udara datang bersarang pada cabang-cabangnya.” 33 Dan Ia menceriterakan perumpamaan ini juga kepada mereka: “Hal Kerajaan Sorga itu seumpama ragi yang diambil seorang perempuan dan diadukkan ke dalam tepung terigu tiga sukat sampai khamir seluruhnya.” 34 Semuanya itu disampaikan Yesus kepada orang banyak dalam perumpamaan, dan tanpa perumpamaan suatupun tidak disampaikan-Nya kepada mereka, 35 supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi: “Aku mau membuka mulut-Ku mengatakan perumpamaan, Aku mau mengucapkan hal yang tersembunyi sejak dunia dijadikan.”

Meditasi

Apa yang bisa kita pelajari dari perumpamaan tentang biji sesawi ini?

Biji sesawi yang berukuran sangat kecil itu bisa tumbuh menjadi pohon yang rindang yang bisa menarik banyak burung karena burung-burung itu tertarik dengan biji-biji kecil yang dihasilkannya.

Kerajaan Allah pun seperti itu. Dimulai dari “awal yang sangat kecil” di dalam hati manusia yang menerima firman Allah. Firman itu bekerja secara tidak terlihat dan sedikit demi sedikit menyebabkan terjadinya transformasi dari dalam. Berubah.

Ragi juga merupakan agen perubah yang sangat kuat. Sebongkah adonan roti  jika dibiarkan begitu saja akan tetap seperti itu – sebongkah adonan roti. Tetapi ketika ragi ditambahkan ke dalam adonan itu, ia akan bertransformasi – menghasilkan roti yang penuh dan enak ketika dipanggang — demikianlah menjadi makanan untuk manusia.

Kerajaan Allah juga menghasilkan transformasi di dalam diri mereka yang menerima hidup baru yang ditawarkan oleh Yesus Kristus. Saat kita menyerahkan diri sepenuhnya kepada Yesus Kristus, hidup kita ditransformasikan oleh kuasa Roh Kudus yang tinggal di dalam diri kita. Rasul Paulus berkata, “Tetapi harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat, supaya nyata, bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami.” (2 Cor. 4:7). Apakah Anda pun percaya  kuasa transformasi Roh Kudus?

“Tuhan, penuhi aku dengan Roh KudusMu dan ubahlah aku menjadi kudus seperti Engkau yang adalah kudus seperti Engkau inginkan. Perbanyaklah semangatku demi kerajaanMu dan masukkan ke dalam diriku keinginan suci untuk hidup demi kemuliaanMu yang lebih besar.”

Frans: ...hanyalah seorang yang dalam perjuangan memperbaiki dan menata diri sendiri. Semoga website ini memberi inspirasi yang baik kepada para pembacanya. Amin.